Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia hari ini, aplikasi mobile banking sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Apalagi bagi generasi Millenial dan generasi Z. Aplikasi ini digunakan mulai dari cek saldo harian, mutasi rekening, pembayaran tagihan bulanan, transfer antarbank, ambil uang tunai tanpa ATM hingga pembayaran instan menggunakan QRIS di berbagai toko dan penjual. Hampir seluruh aktivitas finansial kini bertumpu pada satu aplikasi di genggaman. Kehilangan akses terhadap aplikasi perbankan utama dapat langsung melumpuhkan rutinitas transaksi harian ketika tidak memiliki uang kas di tangan.
Kondisi tersebut tentu menjadi pertimbangan paling krusial bagi teman Gizfin yang sedang menggunakan atau berencana membeli smartphone Huawei di Indonesia. Sejak pertengahan tahun 2019, seluruh smartphone baru Huawei tidak lagi dibekali Google Mobile Services (GMS) akibat restriksi dagang global. Ketiadaan Google Play Store bawaan ini menempatkan Huawei AppGallery sebagai kanal distribusi aplikasi resmi tunggal di ekosistem Huawei Mobile Services (HMS). Namun masalahnya, ketersediaan aplikasi di Google Play Store tidak serta-merta menjamin kehadirannya di AppGallery, terutama untuk kategori perbankan yang menerapkan standar keamanan dan arsitektur proteksi data yang sangat ketat.
Untuk memberikan kepastian yang jelas dan objektif, audit menyeluruh dilakukan terhadap sensus 98 bank umum resmi yang terdaftar di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari total 107 nama aplikasi mobile banking yang ditelusuri, hasilnya menunjukkan rasio ketersediaan yang tergolong rendah: hanya 19 aplikasi (sekitar 18%) yang terkonfirmasi resmi tersedia dan berhasil dibuka pada perangkat uji fisik Huawei P40 Pro. Sedangkan, sebanyak 88 aplikasi (sekitar 82%) lainnya belum tersedia resmi di AppGallery Indonesia.
Di balik angka tersebut, pengujian empiris menemukan anomali penting yang wajib dipahami oleh teman Gizfin. Tiga bank BUMN besar telah merilis aplikasi superapp generasi baru di pasaran (yaitu wondr by BNI, Qita by BRI, dan bale by BTN), namun ketiganya sama sekali tidak ditemukan di AppGallery. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang sebelumnya sempat menyediakan BSI Mobile di toko aplikasi Huawei terpantau telah menarik peredaran aplikasinya (per pengecekan September 2026), dan superapp barunya (BYOND by BSI) belum pernah dirilis resmi. Selain itu, status ketersediaan di toko aplikasi pun tidak otomatis menjamin fungsi operasional, sebagaimana dibuktikan oleh kasus OK BANK Mobile yang berhasil dipasang namun lumpuh total akibat jebakan pembaruan (update loop).
- Dari 107 aplikasi bank yang ditelusuri, 19 aplikasi (18%) tersedia di AppGallery dan 88 aplikasi (82%) belum tersedia per September 2026.
- Sebanyak 18 dari 19 aplikasi yang tersedia berhasil dibuka dan dinavigasi awal pada pengujian di Huawei P40 Pro dengan microG terpasang.
- Satu aplikasi (OK BANK Mobile) mengalami kendala update loop permanen di sisi toko sehingga tidak dapat digunakan sama sekali.
- Sejumlah superapp baru seperti wondr by BNI dan BYOND by BSI tidak ditemukan saat pengecekan September 2026, meski aplikasi generasi sebelumnya telah rilis di AppGallery.
- Layanan mobile web banking via web browser resmi menjadi alternatif transaksi yang paling aman bagi nasabah yang aplikasi banknya belum tersedia di AppGallery.
- 01Cara Pengujian dan Ringkasan Angka: Hanya Sekitar 18% yang Tersedia
- 02Empat Aplikasi Generasi Baru yang Wajib Teman Gizfin Tahu
- 03Daftar 19 Aplikasi Perbankan yang Tersedia di AppGallery
- 04Catatan Anomali Fungsional: Belajar dari Kasus OK BANK dan BTN Mobile
- 05Daftar Lengkap 88 Aplikasi Bank yang Belum Tersedia di AppGallery
- 06Kenapa Banyak Aplikasi Bank Belum Masuk ke Huawei AppGallery?
- 07Solusi Alternatif untuk Nasabah Bank yang Belum Tersedia
- 08FAQ Aplikasi Perbankan di Huawei AppGallery
- 09Kesimpulan dan Batasan Pengujian
Cara Pengujian dan Ringkasan Angka: Hanya Sekitar 18% yang Tersedia
Dasar populasi yang digunakan dalam penyusunan daftar aplikasi di artikel ini bersumber dari daftar resmi bank umum di OJK per Juni 2026. Total terdapat 98 institusi bank umum domestik yang terbagi dalam tiga kategori utama: 4 Bank Umum Persero (BUMN), 67 Bank Umum Swasta Nasional, dan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Dari 98 entitas bank tersebut, dilakukan pendataan nama aplikasi mobile banking resmi yang disediakan untuk nasabah ritel. Karena sejumlah bank mengoperasikan lebih dari satu aplikasi ritel (seperti BRI dengan BRImo dan Qita, BCA dengan BCA Mobile dan myBCA, serta BNI dengan BNI Mobile Banking dan wondr), total nama aplikasi yang masuk dalam cakupan pengujian berjumlah 107 aplikasi. Dua institusi bank swasta nasional, yaitu PT Bank Resona Perdania dan PT Bank Mizuho Indonesia, tidak mencantumkan nama aplikasi mobile banking dalam situs resmi mereka dan dikeluarkan dari hitungan aplikasi (dicatat terpisah).
Dalam metodologi pengujian Gizfin kali ini, penulis menerapkan tiga tingkatan pengujian secara ketat:
- Level 1 (Verifikasi Ketersediaan Toko): Pengecekan keberadaan listing aplikasi pada portal halaman resmi Huawei AppGallery Indonesia via Web Guest dan pencarian langsung di aplikasi AppGallery pada perangkat fisik Huawei P40 Pro dengan akun Huawei ID terdaftar region Indonesia.
- Level 2 (Instalasi dan Pembukaan Aplikasi): Aplikasi yang ditemukan resmi kemudian diunduh dan dipasang pada Huawei P40 Pro (EMUI 12.0.0, berbasis Android 10). Pengujian memeriksa stabilitas boot awal, permintaan izin sistem, navigasi menu utama, hingga pengujian alur pendaftaran awal atau pengiriman kode One-Time Password (OTP) via SMS atau WhatsApp dengan nomor uji coba.
- Level 3 (Histori Transaksi Finansial Riil): Menelusuri stabilitas transaksi finansial sesungguhnya (cek saldo, transfer antarbank, mutasi, pembayaran QRIS, e-statement, dan biometrik fingerprint).
Pengujian kali ini difokuskan pada Level 1 dan Level 2. Untuk pengujian Level 3 hanya penulis laporkan pada dua aplikasi yang secara pribadi penulis punya rekening dengan riwayat pemakaian tangan pertama jangka panjang, yaitu BRImo (~3 tahun) dan Muamalat DIN (>2 tahun).

| Kategori Metrik Sensus Perbankan | Jumlah Entitas / Aplikasi | Persentase Rasio |
|---|---|---|
| Total bank umum dalam daftar resmi BI/OJK | 98 bank | 100% |
| Total nama aplikasi mobile banking dalam scope | 107 aplikasi | 100% |
| Aplikasi ditemukan dan bisa dibuka di AppGallery | 19 aplikasi | 17,76% (~18%) |
| Aplikasi tidak ditemukan di AppGallery | 88 aplikasi | 82,24% (~82%) |
| Bank tanpa aplikasi mobile banking (dicatat terpisah) | 2 bank (Resona Perdania, Mizuho) | – |
| Bank asing luar scope domestik diuji di perangkat | 1 KCBA (Bank of China) | – |
Satu prinsip integritas teknis yang harus penulis ditegaskan: pengujian ini dijalankan pada perangkat Huawei dengan microG terpasang (v0.3.16.252432-hw). Sesuai dokumentasi resmi microG, komponen GmsCore berfungsi mengimplementasikan ulang panggilan API Google penting seperti push notification (Firebase Cloud Messaging/FCM) dan layanan lokasi. Oleh karena itu, keberhasilan aplikasi dalam artikel ini merepresentasikan kondisi smartphone Huawei dengan microG aktif, bukan bukti bahwa aplikasi perbankan tersebut mampu berjalan murni tanpa dependensi ekosistem Google atau lingkungan dengan pure HMS.
Empat Aplikasi Generasi Baru yang Wajib Teman Gizfin Tahu
Sebelum menelaah daftar 19 aplikasi perbankan yang tersedia, terdapat empat dinamika perbankan nasional yang sangat krusial untuk teman Gizfin pahami. Tiga bank BUMN terbesar di Indonesia sedang gencar melakukan migrasi ke platform superapp generasi baru, sementara satu bank syariah terbesar mengalami penarikan aplikasi secara mendadak.
1. wondr by BNI: Absen Total, Aplikasi Lama Tetap Beroperasi
Berdasarkan pengumuman resmi peluncuran wondr by BNI pada 5 Juli 2024, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memposisikan wondr sebagai fondasi transformasi perbankan masa depan. Seluruh nasabah baru diarahkan untuk membuka rekening melalui aplikasi baru tersebut.
Namun, penelusuran pada AppGallery Web maupun aplikasi AppGallery di Huawei P40 Pro memastikan bahwa wondr by BNI tidak ditemukan saat pengecekan September 2026. Di sisi lain, aplikasi pendahulunya, BNI Mobile Banking, masih tersedia di AppGallery dan aktif diperbarui (versi v5.16.1 per 19 Mei 2026). Pada saat pengujian, menu “Belum Punya Kartu Debit” pada BNI Mobile Banking dibuka, sistem menampilkan kartu informasi promosi aplikasi wondr. Namun saat tombol tautan ditekan, aplikasi mengarahkan pengguna ke peramban web eksternal (deep link browser), bukan menuju AppGallery, kemungkinan karena file instalasi wondr belum didaftarkan oleh pengembang ke AppGallery.
Sebagai perbandingan, dua tautan promosi lain di aplikasi yang sama, yaitu menu LinkAja dan aplikasi Credit Card BNI, mengarah langsung ke listing resmi masing-masing di AppGallery. Penyebab perbedaan perilaku tautan ini tidak diketahui secara pasti, namun sangat sejalan dengan temuan audit bahwa aplikasi wondr by BNI memang belum didaftarkan di AppGallery.
2. Qita by BRI: Superapp Baru Nihil, BRImo Terbukti Stabil
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Qita by BRI sebagai aplikasi mobile banking generasi baru yang mendampingi layanan perbankan ritel. berdasarkan ionformasi yang tercantum dalam halaman informasi resmi Bank BRI, perseroan tetap mempertahankan BRImo sebagai financial superapp utama. BRI belum memberikan penjelasan resmi mengenai posisi Qita dalam ekosistem digitalnya, termasuk apakah aplikasi ini melengkapi atau berdampingan dengan BRImo yang selama ini menjadi kanal transaksi utama. Nasabah umum pengguna Huawei tetap diarahkan bertransaksi melalui BRImo yang tersedia resmi dan berjalan stabil di AppGallery.
Pengujian ketersediaan menunjukkan bahwa Qita by BRI tidak tersedia di AppGallery. Meskipun demikian, nasabah BRI pengguna Huawei tidak perlu khawatir karena BRImo tersedia resmi dengan versi terkini (v2.100.0 per 12 September 2026). BRImo menjadi aplikasi dengan bukti empiris paling kokoh dalam pengujian ini karena secara pribadi telah penulis gunakan secara aktif selama sekitar 3 tahun di Huawei P40 Pro (EMUI 12 + microG) untuk transaksi nyata harian tanpa kendala.
3. bale by BTN: Superapp Pengganti Absen, Listing Usang Tetap Buka
Transformasi perbankan juga dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Dalam siaran pers resmi Bank BTN tanggal 10 Februari 2025, manajemen perseroan mengumumkan peluncuran superapp Bale by BTN bertepatan dengan HUT BTN ke-75. Dokumen perseroan secara eksplisit menegaskan bahwa bale adalah identitas baru dari aplikasi yang sebelumnya dikenal sebagai BTN Mobile.
Pengecekan lapangan menemukan bahwa bale by BTN tidak ditemukan di AppGallery. Sebaliknya, aplikasi dengan nama BTN Mobile masih tercantum di AppGallery, namun kondisi listing toko aplikasi BTN Mobile tergolong sangat usang (obsolete/outdated) pada versi 6.7 tertanggal 3 November 2020 (hampir 6 tahun tanpa pembaruan oleh pengembang).
Menariknya, pengujian fisik langsung penulis pada Huawei P40 Pro menemukan bahwa menu Tentang Kami di dalam aplikasi mencatat versi 1.6.1.1. Penyebab perbedaan nomor versi ini belum dapat dipastikan oleh penulis, setelah dikonfirmasi lagi bahwa aplikasi yang diuji dan dipasang pada perangkat memang benar BTN Mobile. Walaupun listing toko sudah lama tidak diperbarui, aplikasi terbukti tetap dapat dibuka dan dinavigasi normal pada antarmuka EMUI 12 tanpa mengalami crash sistem.
Selain pengecekan melalui aplikasi yang tersedia, konfirmasi langsung mengenai status BTN Mobile Banking dan bale by BTN di AppGallery sempat penulis sampaikan ke akun Instagram resmi BTN (@btn) pada 22 hingga 24 September 2026. Pihak BTN sempat membalas pesan pembuka dengan pesan template terkait keamanan data. Follow-up lanjutan ke akun resmi BTN pada 28 September 2026 mendapat balasan template yang mengonfirmasi bahwa ketersediaan bale by BTN hanya ada di Play Store dan App Store, tanpa menjawab pertanyaan spesifik soal rencana rilis di Huawei AppGallery.
4. BSI Mobile yang Tidak Lagi Ditemukan dan Status BYOND by BSI
Kasus paling kompleks terjadi pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Pengguna Huawei di berbagai forum online kerap membaca informasi lawas yang menyatakan BSI Mobile tersedia di AppGallery. Catatan historis membenarkan hal tersebut. Dari pernyataan resmi akun BSI di X pada 8 Oktober 2024 pernah mengarahkan nasabah untuk mengunduh BSI Mobile melalui AppGallery, lengkap dengan konfirmasi rilis versi 6.23.1.
Namun pasca-peluncuran superapp BYOND by BSI pada 9 November 2024, dinamika berubah drastis. Di sini ada ketidakkonsistenan dari BSI sendiri. Pada Desember 2024, CS BSI menyebut BYOND sudah bisa diunduh lewat Huawei AppGallery. Dua bulan berselang, Februari 2025, CS BSI justru menyatakan klarifikasi CS BSI mengenai pengembangan BYOND bahwa aplikasi masih dalam pengembangan untuk Huawei. Saat dikonfirmasi ulang pada September 2026 oleh penulis, lebih dari satu setengah tahun kemudian, jawabannya masih sama: belum ada kepastian. Detail tanggal pasti perilisan aplikasi BYOND di AppGallery masih menjadi tanda tanya.
Sementara itu, BSI menegaskan bahwa nasabah pengguna BSI Mobile tetap dapat memakai aplikasi lamanya selama masa transisi menuju BYOND. Namun saat dikonfirmasi langsung ke CS BSI melalui direct message Instagram (@banksyariahindonesia) pada 22 September 2026, bertepatan dengan pengujian Gizfin, pihak BSI menyatakan bahwa BSI Mobile sudah masuk masa transisi ke BYOND dengan pembatasan sejumlah fitur transaksi, sedangkan BYOND sendiri tetap belum tersedia untuk perangkat Huawei. Nasabah BSI pengguna Huawei disarankan mengandalkan layanan BSI Net Banking via browser atau transaksi kartu fisik di mesin ATM.
Daftar 19 Aplikasi Perbankan yang Tersedia di AppGallery
Master Table di bawah ini menyajikan 19 aplikasi mobile banking yang berhasil ditemukan dan diuji pada perangkat fisik Huawei P40 Pro. Data mencakup identitas paket aplikasi resmi (App ID), versi rilis terkini di toko (termasuk verifikasi rilis per 24 September 2026), status fungsional menu dan fitur, dan catatan hasil pengujian empiris.
Tabel Lengkap 19 Aplikasi Perbankan Terverifikasi
| No | Nama Aplikasi | Bank Penerbit & Kategori | App ID AppGallery | Versi & Tanggal Toko | Status Fungsional | Catatan Pengujian Fisik & UX |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | BRImo | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [BUMN] | C105181499 | v2.100.0 (12 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar, login biometrik, mutasi, QRIS, transfer. Histori pemakaian aktif ~3 tahun di P40 Pro. |
| 2 | Livin’ by Mandiri | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk [BUMN] | C104709719 | v3.8.0 (8 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar sampai wizard verifikasi e-KTP. Modul e-money/NFC siap membaca kartu fisik. |
| 3 | BNI Mobile Banking | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk [BUMN] | C102239535 | v5.16.1 (19 Mei 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar. Menu promosi wondr membuka tautan via peramban web (wondr tidak ada di toko). |
| 4 | BTN Mobile | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [BUMN] | C102367989 | v1.6.1.1 di app (Listing v6.7, 3 Nov 2020) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (Status Usang, microG) | Listing toko usang (~5 tahun), namun TETAP BISA DIBUKA dan dinavigasi normal tanpa crash. |
| 5 | BCA Mobile | PT Bank Central Asia Tbk [Swasta] | C101512797 | v4.9.3 (21 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar hingga layar input kartu ATM. Terintegrasi mulus dengan myBCA. Versi diperbarui per 24 Sep 2026. |
| 6 | myBCA | PT Bank Central Asia Tbk [Swasta] | C104352949 | v2.22.1 (23 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar, menu pembukaan rekening, login, Flazz NFC siap baca kartu fisik. Versi diperbarui per 24 Sep 2026. |
| 7 | OCTO by CIMB Niaga | PT Bank CIMB Niaga Tbk [Swasta] | C101832211 | v3.1.101 (22 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar hingga OTP WhatsApp. Isu update lag teratasi via v3.1.101, dialog paksa update Play Store hilang. |
| 8 | Permata ME | PT Bank Permata Tbk [Swasta] | C101706861 | v1.60.4 (17 Agu 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (Catatan UX, microG) | Terbuka lancar. Bug UX: tombol back di webview Permata Store langsung memicu keluar aplikasi. |
| 9 | OCBC mobile Indonesia | PT Bank OCBC NISP Tbk [Swasta] | C111353945 | v4.60.0 (31 Agu 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar, alur navigasi verifikasi pendaftaran dan cek keuangan internal berbasis webview berjalan mulus. |
| 10 | MobilePanin | PT Bank Pan Indonesia Tbk [Swasta] | C103097007 | v2.1.5 (6 Jul 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar tanpa izin boot berlebih. Menu pencarian ATM/cabang terintegrasi langsung dengan Petal Maps. |
| 11 | Muamalat DIN | PT Bank Muamalat Indonesia Tbk [Swasta] | C108204961 | v1.9.3 (26 Mei 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar sampai wizard e-KTP. Bukti pemakaian aktif transaksi harian >2 tahun di P40 Pro. |
| 12 | SimobiPlus | PT Bank Sinarmas Tbk [Swasta] | C102935817 | v10.3.0 (6 Agu 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar, izin lokasi wajar, pengiriman kode OTP via SMS pendaftaran uji coba masuk lancar. |
| 13 | DBS digibank Indonesia | PT Bank DBS Indonesia [Swasta] | C101928309 | v2.26.10 (Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar. Fitur chat digibot sempat lambat online beberapa menit saat inisialisasi boot awal. |
| 14 | neobank | PT Bank Neo Commerce Tbk [Swasta] | C105229565 | v3.7.02 (14 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar, izin kamera dan QRIS scan normal, OTP via WhatsApp masuk lancar. |
| 15 | blu by BCA Digital | PT Bank Digital BCA [Swasta] | C114782709 | v2.17.0 (11 Sep 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar, izin lokasi normal, wizard pendaftaran uji coba hingga verifikasi nomor HP berjalan lancar. |
| 16 | SeaBank | PT Bank Seabank Indonesia [Swasta] | C113633407 | v3.51.0 (28 Agu 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar hingga OTP SMS. Integrasi opsi pendaftaran akun Shopee berjalan mulus. |
| 17 | OK BANK Mobile | PT Bank Oke Indonesia Tbk [Swasta] | C104198915 | v0.0.16 (16 Apr 2021) | Ada Batasan (Update Loop / microG) | TIDAK BISA DIGUNAKAN. Terhalang pop-up pembaruan wajib permanen tanpa tombol tutup. |
| 18 | BPDDIY Mobile | PT BPD DIY [BPD] | C105940639 | v2.5.3 (10 Apr 2026) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (microG) | Terbuka lancar hingga landing registrasi dan lupa password. Satu dari hanya dua BPD yang hadir. |
| 19 | BPD BALI Mobile | PT Bank Pembangunan Daerah Bali [BPD] | C105170839 | v1.49 (17 Jan 2023) | Terbuka dan Navigasi Awal Lancar (Status Usang, microG) | Listing toko usang (~3 tahun), antarmuka UI klasik, namun TETAP BISA DIBUKA dan tidak crash. |
Ulasan Mendalam Aplikasi Terverifikasi
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai hasil pengujian fisik, izin sistem yang diminta, dan catatan pengalaman pengguna (User Experience/UX) untuk masing-masing dari 19 aplikasi yang berhasil dipasang dan dibuka pada Huawei P40 Pro, dikelompokkan berdasarkan kategori perbankan:
A. Bank Himbara
1. BRImo (PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk)
Aplikasi perbankan ritel andalan BRI ini terdaftar di AppGallery dengan App ID C105181499 dan versi toko terkini v2.100.0 (pembaruan 12 September 2026). Saat dijalankan di Huawei P40 Pro, aplikasi terbuka dengan respons cepat dan stabil. BRImo menempati posisi istimewa dalam pengujian Gizfin karena aplikasi ini telah digunakan pribadi oleh penulis secara aktif selama sekitar 3 tahun di perangkat fisik yang sama dengan microG terpasang. Seluruh fungsi transaksi perbankan harian, mulai dari login biometrik fingerprint, pengecekan mutasi berkala, pengisian saldo e-wallet, transfer dana, cetak e-statement rekening, hingga transaksi belanja menggunakan QRIS, terbukti berjalan konsisten tanpa kendala teknis.
2. Livin’ by Mandiri (PT Bank Mandiri Persero Tbk)
Aplikasi listing Livin’ by Mandiri di Huawei AppGallery terdaftar dengan App ID C104709719 dan mencatat pembaruan aktif ke versi 3.8.0 per 8 September 2026. Pada boot awal, aplikasi meminta izin akses panggilan telepon untuk keperluan autentikasi nomor seluler. Navigasi pembukaan rekening online berjalan mulus hingga wizard verifikasi identitas e-KTP. Fitur penting yang berhasil diverifikasi adalah kesiapan modul NFC. Saat menu e-money dipilih, aplikasi langsung mendeteksi ketersediaan chip NFC pada Huawei P40 Pro dan siap membaca kartu fisik.
3. BNI Mobile Banking (PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk)
Aplikasi resmi BNI ini tersedia di AppGallery dengan App ID C102239535 pada versi v5.16.1 (pembaruan 19 Mei 2026). Antarmuka utama terbuka dengan lancar dan stabil. Tautan promosi produk ekosistem BNI menampilkan perilaku bervariasi. Menu kartu kredit dan LinkAja mengarahkan pengguna ke listing resmi masing-masing di AppGallery, sementara menu investasi BIONS mengarahkan ke toko aplikasi eksternal (BIONS dikonfirmasi tidak tersedia di AppGallery). Adapun menu pembukaan rekening mengarahkan pengguna ke browser eksternal untuk mengunduh wondr by BNI.
4. BTN Mobile (PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk)
Aplikasi listing BTN Mobile di Huawei AppGallery dengan App ID C102367989 mencatat versi 1.6.1.1 pada menu Tentang Kami di dalam aplikasi (sementara web store listing mencatat Version 6.7 per 3 November 2020). Penyebab perbedaan nomor versi ini belum dapat dipastikan oleh penulis. Kendati listing toko tidak menerima pembaruan dari developer selama kurang lebih 6 tahun, aplikasi ini terbukti tetap dapat dibuka dan dinavigasi normal pada antarmuka EMUI 12 tanpa mengalami force close atau crash sistem. Meskipun tidak ada error, fitur lengkap seperti cek salo, cek mutasi rekening,tranfer antarbank dan lain sebagainya tidak penulis lakukan karena keterbatasan akun rekening BTN aktif.
B. Bank Swasta Nasional
5. BCA Mobile (PT Bank Central Asia Tbk)
Aplikasi listing BCA Mobile di Huawei AppGallery dengan App ID C101512797 terpantau menerima pembaruan versi toko ke v4.9.3 per 21 September 2026 (terverifikasi pada 24 September 2026 dengan ukuran berkas 104,57 MB). Aplikasi berjalan sangat responsif. Menu m-BCA terbuka mulus hingga halaman autentikasi nomor kartu ATM. Fitur integrasi lintas aplikasi BCA juga bekerja sempurna. Saat memilih menu pembukaan rekening baru, sistem menyediakan opsi untuk berpindah otomatis (auto-switch) ke aplikasi myBCA jika sudah terpasang di perangkat, atau mengarahkan ke AppGallery jika belum diunduh.
6. myBCA (PT Bank Central Asia Tbk)
Aplikasi listing myBCA di Huawei AppGallery dengan App ID C104352949 juga menerima pembaruan berkala dari developer ke v2.22.1 per 23 September 2026 (terverifikasi pada 24 September 2026 dengan ukuran berkas 397,51 MB). Navigasi antarmuka myBCA berjalan lancar, fitur pemilih tiga bahasa (Indonesia, Inggris, Mandarin) berfungsi normal, dan halaman pembukaan rekening baru terbuka sempurna. Fitur transaksi e-money Flazz BCA berbasis chip NFC perangkat berfungsi optimal dan siap membaca saldo kartu fisik.
7. blu by BCA Digital (PT Bank Digital BCA)
Aplikasi perbankan digital anak usaha BCA ini terdaftar dengan App ID C114782709 versi v2.17.0 (pembaruan 11 September 2026). Pada saat pertama kali dibuka, aplikasi meminta persetujuan izin lokasi sesuai regulasi perbankan digital. Tombol registrasi akun baru terbuka cepat, dan pengujian alur pendaftaran nomor ponsel uji coba berhasil menerima kode OTP otentikasi via WhatsApp secara instan.
8. SeaBank (PT Bank Seabank Indonesia)
Aplikasi SeaBank terdaftar resmi di AppGallery dengan App ID C113633407 versi v3.51.0 (pembaruan 28 Agustus 2026). Alur boot awal meminta persetujuan akses lokasi. Antarmuka pendaftaran menyediakan dua jalur yaitu pendaftaran manual dengan nomor ponsel atau koneksi instan dengan akun e-commerce Shopee. Pengujian pengiriman OTP via SMS berjalan mulus dan antarmuka input nomor bekerja normal.
9. OCTO by CIMB Niaga (PT Bank CIMB Niaga Tbk)
Aplikasi listing OCTO Mobile di Huawei AppGallery dengan App ID C101832211 mencatat sejarah penting dalam pengujian ini. Pada sesi uji fisik 21 September 2026, aplikasi versi v3.1.99 sempat mengalami kendala update lag, yaitu muncul dialog wajib memperbarui aplikasi ke Play Store yang tidak bisa dilewati. Namun pada 22 September 2026, CIMB Niaga resmi merilis versi v3.1.101 ke AppGallery (ukuran 342,24 MB, terverifikasi 24 September 2026). Dengan rilis baru ini, kendala update lag resmi teratasi. Aplikasi versi 3.1.101 ini juga telah diuji ulang dan terbukti terbuka lancar hingga tahap verifikasi OTP WhatsApp tanpa kendala dialog update wajib.
10. Permata ME (PT Bank Permata Tbk)
Aplikasi mobile banking Permata Bank hadir di AppGallery dengan App ID C101706861 versi v1.60.4 (pembaruan 17 Agustus 2026). Aplikasi meminta izin penyimpanan internal saat boot pertama. Alur registrasi pembukaan rekening diarahkan ke webview internal Permata Store yang mengusung konsep keranjang belanja. Pengujian menemukan satu catatan bug antarmuka (UX) yaitu saat pengguna berada di dalam Permata Store dan menekan tombol back navigasi Android, aplikasi tidak kembali ke halaman sebelumnya, melainkan langsung memicu kotak dialog konfirmasi keluar dari aplikasi.
11. OCBC mobile Indonesia (PT Bank OCBC NISP Tbk)
Aplikasi perbankan OCBC Indonesia terdaftar di AppGallery dengan App ID C111353945 pada versi 4.60.0 (pembaruan 31 Agustus 2026). Aplikasi meminta izin telepon saat boot pertama. Tombol navigasi multi-bahasa berjalan mulus. Menu registrasi akun, verifikasi video, dan fitur pemeriksaan kesehatan keuangan (Financial Fitness Check) berbasis web wrapper internal terbuka stabil tanpa hambatan grafis.
12. MobilePanin (PT Bank Pan Indonesia Tbk)
Aplikasi MobilePanin terdaftar dengan App ID C103097007 versi v2.1.5 (pembaruan 6 Juli 2026). Salah satu keunikan aplikasi ini adalah ketiadaan permintaan izin boot yang agresif saat dibuka pertama kali. Halaman aktivasi dan informasi suku bunga terbuka normal. Temuan teknis paling menarik terdapat pada menu pencarian kantor cabang dan ATM. Pada menu ini, peta lokasi di dalam aplikasi terintegrasi langsung dengan Huawei Petal Maps (bukan Google Maps).
13. DBS digibank Indonesia (PT Bank DBS Indonesia)
Aplikasi digibank Indonesia terdaftar di AppGallery dengan App ID C101928309 v2.26.10 (pembaruan September 2026). Aplikasi meminta izin akses penyimpanan, lokasi, dan kontak. Antarmuka login dan menu registrasi KTA/rekening tabungan terbuka lancar. Fitur bantuan interaktif digibot sempat membutuhkan waktu beberapa menit untuk terhubung online saat pertama kali dimuat, namun setelah sesi aktif, fitur obrolan berfungsi normal.
14. Muamalat DIN (PT Bank Muamalat Indonesia Tbk)
Aplikasi pelopor bank syariah di Indonesia ini hadir dengan App ID C108204961 versi v1.9.3 (pembaruan 26 Mei 2026). Aplikasi meminta izin akses penyimpanan, telepon, dan geolokasi. Alur pembukaan rekening online terbuka mulus hingga wizard pemindaian e-KTP. Muamalat DIN didukung riwayat empiris pemakaian nyata lebih dari 2 tahun di Huawei P40 Pro untuk transaksi cek mutasi, saldo, dan QRIS sebelum akun dipindahkan ke perangkat sekunder.
15. SimobiPlus Mobile Banking (PT Bank Sinarmas Tbk)
Aplikasi SimobiPlus hadir di AppGallery dengan App ID C102935817 versi v10.3.0 (pembaruan 6 Agustus 2026). Aplikasi meminta izin lokasi saat inisialisasi. Pilihan bahasa Indonesia dan Inggris berjalan normal. Pengujian alur pendaftaran nomor uji coba berjalan lancar dengan kode OTP SMS yang terkirim cepat tanpa kendala penerimaan sinyal.
16. neobank (PT Bank Neo Commerce Tbk)
Aplikasi bank digital BNC terdaftar dengan App ID C105229565 versi v3.7.02 (pembaruan 14 September 2026). Antarmuka menyajikan alur yang cukup unik. Halaman pembuka hanya menampilkan opsi tombol To Home dan Registrasi/Login. Fitur pemindai QRIS meminta izin akses kamera dan galeri secara wajar, serta pengiriman OTP verifikasi pendaftaran akun via WhatsApp diterima tanpa eror.
17. OK BANK Mobile (PT Bank Oke Indonesia Tbk)
Aplikasi OK BANK terdaftar dengan App ID C104198915 versi v0.0.16 (pembaruan 16 April 2021). Meski berstatus “Tersedia” dan sukses diunduh di AppGallery, aplikasi ini sama sekali tidak bisa digunakan. Begitu aplikasi dibuka, sistem menampilkan jendela dialog pop-up yang mewajibkan pembaruan versi. Tombol pembaruan mengarahkan ke AppGallery, namun di toko aplikasi tidak ada tombol Update karena developer belum mengunggah versi baru selama sekitar 5 tahun (terakhir April 2021). Jendela peringatan ini tidak memiliki tombol lewati (skip) atau tombol tutup (close), mengunci pengguna dalam siklus kebuntuan permanen (looping).
C. Bank Pembangunan Daerah (BPD)
18. BPDDIY Mobile (PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta)
BPD DIY menjadi satu dari hanya dua bank daerah di Indonesia yang hadir resmi di AppGallery. Aplikasi terdaftar dengan App ID C105940639 versi v2.5.3 (pembaruan 10 April 2026). Antarmuka pembuka langsung menyediakan menu registrasi aktivasi dan opsi pemulihan kata sandi, berjalan stabil tanpa permintaan izin yang memberatkan sistem.
19. BPD BALI Mobile (PT Bank Pembangunan Daerah Bali)
Aplikasi Bank BPD Bali terdaftar di AppGallery dengan App ID C105170839 versi v1.49 (pembaruan 17 Januari 2023). Walaupun listing toko aplikasi tidak diperbarui selama hampir 4 tahun dan desain grafisnya mengusung antarmuka UI Android klasik, aplikasi ini terbukti stabil dan tidak mengalami crash. Saat pertama kali dibuka, aplikasi meminta lima izin akses sistem sekaligus (telepon, kamera, lokasi, kontak, dan penyimpanan data), jumlah permintaan izin terbanyak di antara seluruh aplikasi yang diuji.
D. Kantor Cabang Bank Asing (KCBA): Temuan Pengujian Tambahan
Bank of China (BOC Mobile Banking)
Aplikasi perbankan Bank of China terdaftar di AppGallery dengan App ID C101530093 versi v9.1.8. Saat dibuka pada Huawei P40 Pro, aplikasi menyajikan menu pemilihan negara/region (Indonesia) dan opsi bahasa Indonesia. Seluruh menu ringkasan rekening terbuka lancar. Fitur pencarian lokasi kantor cabang dan ATM menampilkan peta interaktif melalui WebView Google Maps di dalam aplikasi, yang berjalan normal berkat topangan komponen microG pada sistem EMUI 12.
Catatan Anomali Fungsional: Belajar dari Kasus OK BANK dan BTN Mobile
Temuan empiris dalam pengujian ini memberikan penegasan prinsip penting yang harus dipegang oleh teman Gizfin: keberadaan listing aplikasi di toko AppGallery tidak otomatis menjamin bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan secara fungsional.
Kasus OK BANK Mobile (App ID C104198915) menjadi representasi nyata dari risiko jebakan pembaruan (update loop trap). Pengembang bank menerapkan validasi versi aplikasi di sisi server (server-side version check). Saat aplikasi dibuka di perangkat pengguna, aplikasi mendeteksi bahwa nomor build lokal (v0.0.16) sudah tertinggal jauh dibanding versi produksi terbaru di server bank. Server kemudian memunculkan dialog wajib perbarui:
- Dialog tidak memiliki tombol batal, tanda silang (X), maupun opsi lewati (dismiss).
- Menekan tombol “Perbarui” otomatis membuka listing OK BANK Mobile di AppGallery.
- Di halaman AppGallery, tombol yang muncul hanyalah “Buka”, karena toko aplikasi tidak mendeteksi adanya paket file instalasi baru dari pengembang.
- Menekan tombol “Buka” kembali membawa pengguna ke dalam aplikasi, yang langsung menampilkan kembali dialog wajib perbarui yang sama.
Siklus berulang tanpa henti ini melumpuhkan operasional aplikasi secara total. Aplikasi sukses diunduh dan terpasang di memori perangkat, namun secara teknis fungsinya bernilai nol bagi nasabah.
Anomali kedua adalah paradoks listing usang yang ditunjukkan oleh BTN Mobile (listing November 2020) dan BPD BALI Mobile (listing Januari 2023). Berbeda dengan OK BANK yang lumpuh, berdasarkan pengujian langsung tim Gizfin, kedua aplikasi yang telah bertahun-tahun tidak disentuh oleh pengembangnya ini justru tetap dapat dibuka, menampilkan menu transaksi, dan dinavigasi mulus pada sistem operasi EMUI 12 tanpa mengalami crash. Fakta ini menunjukkan bahwa durasi usang sebuah listing di AppGallery tidak selalu berbanding lurus dengan kegagalan fungsi. Faktor penentunya terletak pada kebijakan arsitektur backend bank, yaitu apakah server menerapkan blokade pembaruan wajib atau tetap mengizinkan akses koneksi dari build aplikasi generasi lama.
Daftar Lengkap 88 Aplikasi Bank yang Belum Tersedia di AppGallery
Sebanyak 88 nama aplikasi mobile banking ritel berikut terkonfirmasi tidak ditemukan saat dicari pada katalog Huawei AppGallery Web Guest maupun aplikasi toko AppGallery di Huawei P40 Pro pada rentang tanggal pengujian 19 hingga 22 September 2026. Urutan penyajian tabel mengikuti susunan kategori resmi direktori bank umum BI/OJK: Bank BUMN, Bank Swasta Nasional, dan Bank Pembangunan Daerah.
Master Table 88 Aplikasi Bank yang Belum Tersedia
| No | Nama Institusi Bank (Resmi OJK) | Nama Aplikasi Mobile Banking | Status Listing Toko | Catatan Khusus & Dampak Pengguna |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk | QITA by BRI | Tidak Ditemukan | Nasabah BRI tetap menggunakan BRImo yang terbukti stabil. |
| 2 | PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk | wondr by BNI | Tidak Ditemukan | Nasabah BNI di Huawei tetap menggunakan BNI Mobile Banking lama. |
| 3 | PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk | bale by BTN | Tidak Ditemukan | Superapp baru belum masuk; nasabah mengakses BTN Mobile lama. |
| 4 | PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk | DCash Mobile | Tidak Ditemukan | Layanan transfer dan cash management Danamon absen di toko. |
| 5 | PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk | D-Bank PRO | Tidak Ditemukan | Superapp retail Danamon belum memiliki build resmi di AppGallery. |
| 6 | PT BANK MAYBANK INDONESIA Tbk | Maybank2u ID | Tidak Ditemukan | Maybank region Indonesia absen (region regional lain tersedia). |
| 7 | PT BANK PAN INDONESIA Tbk | MyPanin | Tidak Ditemukan | MobilePanin tersedia resmi di toko (lihat daftar 19 aplikasi). |
| 8 | PT BANK UOB INDONESIA | UOB TMRW Indonesia | Tidak Ditemukan | TMRW regional Singapura/Thailand tersedia, versi Indonesia absen. |
| 9 | PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL Tbk | agi | Tidak Ditemukan | Aplikasi retail Bank Artha Graha belum tersedia. |
| 10 | PT BANK BUMI ARTA Tbk | BBA Mobile | Tidak Ditemukan | Belum memiliki listing resmi di AppGallery. |
| 11 | PT BANK HSBC INDONESIA | HSBC Indonesia | Tidak Ditemukan | HSBC Hong Kong tersedia di toko, versi Indonesia belum dirilis. |
| 12 | PT BANK JTRUST INDONESIA Tbk | J MOBILE by J Trust Bank | Tidak Ditemukan | Belum bermitra resmi dengan ekosistem AppGallery. |
| 13 | PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL Tbk | My Mobile Mayapada | Tidak Ditemukan | Belum memiliki build aplikasi untuk ekosistem Huawei. |
| 14 | PT BANK OF INDIA INDONESIA Tbk | STARBOII Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 15 | PT BANK MESTIKA DHARMA Tbk | Mestika Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 16 | PT BANK MESTIKA DHARMA Tbk | MiND By Bank Mestika | Tidak Ditemukan | Aplikasi digital baru Bank Mestika belum didaftarkan. |
| 17 | PT BANK SHINHAN INDONESIA | Shinhan Bank Indonesia SOL | Tidak Ditemukan | Versi Indonesia belum tersedia di AppGallery. |
| 18 | PT BANK KASIKORN INDONESIA Tbk | KBank Mobile Indonesia | Tidak Ditemukan | Belum tersedia resmi di AppGallery Indonesia. |
| 19 | PT BANK GANESHA Tbk | BANGGA | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 20 | PT BANK GANESHA Tbk | NEW BANGGA | Tidak Ditemukan | Build baru Bank Ganesha belum masuk ke AppGallery. |
| 21 | PT BANK ICBC INDONESIA | ICBC Mobile Banking | Tidak Ditemukan | ICBC Turki dan ICBC Asia tersedia, versi Indonesia belum ada. |
| 22 | PT BANK QNB INDONESIA Tbk | QNB Indonesia Mobile Banking | Tidak Ditemukan | QNB Qatar dan Mesir tersedia di toko, versi Indonesia absen. |
| 23 | PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906 Tbk | BWS Mobile | Tidak Ditemukan | Belum memiliki listing resmi di AppGallery. |
| 24 | PT BANK MEGA Tbk | M-Smile by Bank Mega | Tidak Ditemukan | Layanan digital Bank Mega belum masuk ekosistem Huawei. |
| 25 | PT BANK KB INDONESIA Tbk | KBstar | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 26 | PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk | BSI Mobile | Tidak Ditemukan (Sebelumnya Tersedia) | Pernah terkonfirmasi tersedia di AppGallery (Okt 2024), namun tidak ditemukan lagi per September 2026. |
| 27 | PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk | BYOND by BSI | Tidak Ditemukan | Superapp baru BSI; CS BSI sempat mengabarkan ketersediaan (Des 2024), namun diklarifikasi masih proses pengembangan (Feb 2025) dan belum tersedia (Sep 2026). |
| 28 | PT BANK KEB HANA INDONESIA | MyHana Mobile Banking | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 29 | PT BANK KEB HANA INDONESIA | LINE Bank by Hana Bank | Tidak Ditemukan | Bank digital kemitraan LINE belum tersedia di AppGallery. |
| 30 | PT BANK MNC INTERNASIONAL Tbk | MotionBank | Tidak Ditemukan | Layanan perbankan digital MNC Bank belum tersedia. |
| 31 | PT BANK RAYA INDONESIA Tbk | Raya – Digital Bank | Tidak Ditemukan | Bank digital anak usaha BRI belum masuk ke AppGallery. |
| 32 | PT BANK SBI INDONESIA | Yono Lite SBI – Mobile Banking | Tidak Ditemukan | Aplikasi retail SBI India wajib nomor India; tidak mencakup SBI Indonesia. |
| 33 | PT BANK MEGA SYARIAH | M-Syariah | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 34 | PT BANK INDEX SELINDO | INDEXQU | Tidak Ditemukan | Belum memiliki listing resmi di toko aplikasi. |
| 35 | PT BANK HIBANK INDONESIA | hi by hibank | Tidak Ditemukan | Bank digital UMKM anak usaha BNI belum masuk ke AppGallery. |
| 36 | PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA Tbk | CCB Indonesia Mobile | Tidak Ditemukan | CCB China/HK tersedia di AppGallery, versi Indonesia absen. |
| 37 | PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk | Capital Flex | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 38 | PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA | Easy Banking App | Tidak Ditemukan | Easy Banking adalah app Belgia; BNP Paribas ID memakai web korporat Connexis. |
| 39 | PT BANK ANZ INDONESIA | ANZ Transactive – Global | Tidak Ditemukan | Belum tersedia untuk nasabah retail di AppGallery. |
| 40 | PT BANK IBK INDONESIA Tbk | IBK Bank | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 41 | PT BANK ALADIN SYARIAH Tbk | Aladin: Bank Syariah Digital | Tidak Ditemukan | Bank digital syariah murni belum tersedia di AppGallery. |
| 42 | PT BANK CTBC INDONESIA | CTBC Mobile | Tidak Ditemukan | Belum memiliki build aplikasi untuk AppGallery. |
| 43 | PT BANK SMBC INDONESIA Tbk | Jenius | Tidak Ditemukan | Pelopor bank digital (eks-BTPN) belum memiliki build resmi di AppGallery. |
| 44 | PT BANK NANO SYARIAH | Aira Mobile | Tidak Ditemukan | Spin-off UUS Sinarmas 2024; SimobiPlus Syariah lama pernah ada di toko. |
| 45 | PT BANK SYARIAH NASIONAL | Bale Syariah By BSN | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 46 | PT BANK JABAR BANTEN SYARIAH | Mobile Maslahah by bjb syariah | Tidak Ditemukan | Layanan syariah bjb belum tersedia di AppGallery. |
| 47 | PT KROM BANK INDONESIA Tbk | Krom – Bank Digital | Tidak Ditemukan | Bank digital Kredivo Group belum tersedia di AppGallery. |
| 48 | PT BANK SAQU INDONESIA | Bank Saqu | Tidak Ditemukan | Layanan bank digital Astra Financial belum hadir resmi. |
| 49 | PT BANK NATIONALNOBU Tbk | nobu Go by Nobu Bank | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 50 | PT BANK INA PERDANA Tbk | INA Mobile Banking | Tidak Ditemukan | Layanan digital Salim Group belum masuk AppGallery. |
| 51 | PT BANK PANIN DUBAI SYARIAH Tbk | PDSB Mobile Banking | Tidak Ditemukan | Belum memiliki listing di AppGallery. |
| 52 | PT BANK KB BUKOPIN SYARIAH | BISA Mobile by KBBS | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 53 | PT BANK SAHABAT SAMPOERNA | Sampoerna Mobile Banking | Tidak Ditemukan | Belum memiliki build resmi di AppGallery. |
| 54 | PT BANK AMAR INDONESIA Tbk | Amar Bank: Tabungan & Celengan | Tidak Ditemukan | Layanan bank digital pelopor fintech Tunaiku belum ada di toko. |
| 55 | PT BANK BCA SYARIAH | BSya by BCA Syariah | Tidak Ditemukan | Berbeda dari BCA konvensional, versi syariah belum ada di AppGallery. |
| 56 | PT BANK JAGO Tbk | Bank Jago / Jago Syariah | Tidak Ditemukan | Bank digital ekosistem GoTo absen di AppGallery; memiliki dependensi tinggi terhadap arsitektur Google Play Services. |
| 57 | PT BANK BTPN SYARIAH Tbk | Tepat Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 58 | PT BANK MULTIARTA SENTOSA Tbk | Bebas by Bank MAS | Tidak Ditemukan | Layanan digital Wings Group belum masuk ke AppGallery. |
| 59 | PT SUPER BANK INDONESIA | Superbank: Savings & Loans | Tidak Ditemukan | Bank digital konsorsium Grab/Emtek/Singtel belum ada di toko. |
| 60 | PT BANK MANDIRI TASPEN | Movin by Mantap Mobile | Tidak Ditemukan | Layanan pensiunan anak usaha Mandiri belum ada di AppGallery. |
| 61 | PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk | Victoria Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 62 | PT ALLO BANK INDONESIA Tbk | Allo Bank | Tidak Ditemukan | Bank digital ekosistem CT Corp belum memiliki listing di AppGallery. |
| 63 | PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN Tbk | DIGI by bank bjb | Tidak Ditemukan | BPD terbesar di Indonesia belum memiliki listing di AppGallery. |
| 64 | PT BPD DKI | JakOne Mobile | Tidak Ditemukan | Layanan perbankan DKI Jakarta belum tersedia di AppGallery. |
| 65 | PT BPD JAWA TENGAH | Bima Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 66 | PT BPD JAWA TIMUR Tbk | JConnect Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 67 | PT BPD JAWA TIMUR Tbk | New JConnect Mobile | Tidak Ditemukan | Build baru Bank Jatim belum didaftarkan ke AppGallery. |
| 68 | PT BPD JAMBI | Bank Jambi Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 69 | PT BANK ACEH SYARIAH | Action Mobile | Tidak Ditemukan | Bank daerah syariah Aceh belum memiliki listing resmi. |
| 70 | PT BPD SUMATERA UTARA | new SUMUT.mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 71 | PT BANK NAGARI | Ollin by Nagari | Tidak Ditemukan | BPD Sumatera Barat belum tersedia di AppGallery. |
| 72 | PT BPD RIAU KEPRI SYARIAH | BRKS Mobile | Tidak Ditemukan | Belum memiliki build resmi di AppGallery. |
| 73 | PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG | Bank SumselBabel Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 74 | PT BPD LAMPUNG | Lampung Online – mBanking | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 75 | PT BPD KALIMANTAN SELATAN | Aksel by Bank Kalsel | Tidak Ditemukan | Belum memiliki listing di AppGallery. |
| 76 | PT BPD KALIMANTAN BARAT | Mobile Banking Bank Kalbar | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 77 | PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA | DG By Bankaltimtara | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 78 | PT BPD KALIMANTAN TENGAH | Betang Mobile | Tidak Ditemukan | Belum memiliki build di AppGallery. |
| 79 | PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT | Sulselbar Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 80 | PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO | BSGtouch | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 81 | PT BANK NTB SYARIAH | Rimo By Bank NTB Syariah | Tidak Ditemukan | Belum memiliki listing di AppGallery. |
| 82 | PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR | Be Pung Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di toko aplikasi Huawei. |
| 83 | PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA | Bank Maluku Malut Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 84 | PT BPD PAPUA | Papua Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 85 | PT BPD BENGKULU | Mobile Bengkulu | Tidak Ditemukan | Belum memiliki build di AppGallery. |
| 86 | PT BPD SULAWESI TENGAH | Bank Sulteng Mobile | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 87 | PT BPD SULAWESI TENGGARA | Mobile Banking Bank Sultra | Tidak Ditemukan | Belum tersedia di AppGallery. |
| 88 | PT BPD BANTEN Tbk | Jawara Mobile | Tidak Ditemukan | BPD Banten belum memiliki listing di AppGallery. |
Catatan Validasi dan Kasus Khusus Bank Absen
Penelusuran lebih mendalam terhadap 88 aplikasi di atas yang tidak ditemukan menghasilkan beberapa temuan penting. Hal ini dapat memperjelas status operasional bank terkait. Termuan tersebut yaitu:
- Bank SBI Indonesia (Yono Lite SBI):
Aplikasi Yono Lite SBI yang tercatat dalam daftar awal adalah aplikasi ritel resmi State Bank of India di India. Pengecekan pada ketentuan pendaftaran membuktikan bahwa aplikasi tersebut mewajibkan nomor seluler aktif di India (+91) dan tidak menyediakan opsi login untuk nasabah PT Bank SBI Indonesia yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia. Dengan demikian, ketiadaannya di AppGallery Indonesia lebih disebabkan oleh ketiadaan aplikasi mobile ritel terpisah dari pihak bank di Indonesia. - Bank BNP Paribas Indonesia (Easy Banking App):
Easy Banking App adalah aplikasi perbankan ritel BNP Paribas Fortis dan Fintro yang beroperasi di Belgia dan Eropa. Di Indonesia, PT Bank BNP Paribas Indonesia beroperasi khusus melayani nasabah institusi dan korporasi, dengan kanal perbankan elektronik bernama Connexis Direct yang berbasis web browser korporat, bukan aplikasi mobile retail untuk nasabah perorangan. - Bank Nano Syariah (Aira Mobile):
Sesuai profil resmi Bank Nano Syariah, institusi ini merupakan hasil pemisahan resmi (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Sinarmas Tbk menjadi Bank Umum Syariah mandiri efektif sejak 2 Januari 2024. Saat masih berstatus unit syariah, aplikasi terdahulu bernama SimobiPlus Syariah sempat terdaftar di AppGallery (pembaruan terakhir 11 Mei 2023). Pasca-berdiri sendiri dengan aplikasi Aira Mobile, aplikasi baru tersebut belum didaftarkan ke AppGallery, sementara SimobiPlus konvensional milik Bank Sinarmas tetap aktif di AppGallery (nomor 12 pada tabel 19 aplikasi). - Ketiadaan Total Bank Digital Murni Populer:
Kategori bank digital di ekosistem Huawei terbelah menjadi dua kutub yang kontras. Di satu sisi, beberapa bank digital populer yang berafiliasi dengan ekosistem besar terbukti hadir resmi dan dapat digunakan di Huawei AppGallery, seperti SeaBank (PT Bank Seabank Indonesia, afiliasi Shopee/Sea Group), neobank (PT Bank Neo Commerce Tbk), dan blu by BCA Digital (lihat Tabel 19 nomor 14, 15, dan 16). Namun di sisi lain, sejumlah bank digital independen dan bentukan korporasi besar lainnya terkonfirmasi absen total. Melalui pengumuman resmi Bank SMBC Indonesia, terkonfirmasi transformasi identitas dari Bank BTPN efektif akhir 2024, namun produk digital andalannya, Jenius, belum memiliki build resmi di AppGallery. Kondisi serupa terjadi pada Bank Jago, Allo Bank, Superbank, Bank Saqu, Krom Bank, hingga Bank Aladin Syariah. Bank digital yang absen ini umumnya belum menyediakan build terpisah di AppGallery. Penulis tidak dapat mengonfirmasi alasan pasti ketiadaan build tersebut karena pihak bank belum memberikan keterangan resmi. - Absennya 25 Bank Pembangunan Daerah (BPD):
Dari total 27 bank daerah di Indonesia, sebanyak 25 BPD sama sekali belum merilis aplikasi di AppGallery. Bank daerah besar seperti bank bjb (Jawa Barat dan Banten), Bank DKI, Bank Jateng, Bank Jatim, hingga Bank Sumut belum merambah toko aplikasi Huawei. Praktis, hanya nasabah Bank BPD DIY dan Bank BPD Bali yang terlayani melalui AppGallery.
Kenapa Banyak Aplikasi Bank Belum Masuk ke Huawei AppGallery?
Rendahnya rasio ketersediaan aplikasi perbankan di AppGallery (hanya sekitar 18%) tidak lepas dari sejumlah faktor struktural, regulasi keamanan, dan pertimbangan bisnis perbankan di Indonesia. Untuk memberikan konteks yang jernih bagi teman Gizfin, penjelasan ini dipilah ke dalam tiga tingkatan kepastian yaitu fakta empiris yang teramati langsung di lapangan, penjelasan teknis resmi dari dokumentasi platform, serta analisis industri yang bersifat hipotesis terukur.
1. Fakta Teramati Langsung: Pembatasan Otorisasi Regional
Sebagaimana diamati langsung pada data pengujian lima bank multinasional (HSBC, ICBC, QNB, UOB TMRW, dan CCB), pengembang sebenarnya telah memiliki paket aplikasi resmi di dalam katalog global Huawei AppGallery. Sebagai contoh, HSBC memiliki aplikasi untuk wilayah Hong Kong, UOB TMRW tersedia untuk Singapura dan Thailand, serta ICBC aktif di Turki dan Asia Timur.
Namun, kebijakan toko aplikasi Huawei memisahkan katalog berdasarkan wilayah hukum negara (region-lock). Sebuah bank tidak dapat beroperasi lintas wilayah tanpa lisensi perbankan dan izin regulasi dari otoritas setempat. Fakta ini menunjukkan bahwa ketersediaan aplikasi di AppGallery diatur secara ketat per region, bukan otomatis mengikuti keberadaan aplikasi tersebut secara global. Apabila kantor cabang atau anak usaha bank di Indonesia belum mendaftarkan dan menandatangani perjanjian distribusi untuk AppGallery Region Indonesia, maka aplikasi tersebut otomatis tidak akan muncul saat dicari oleh pengguna smartphone Huawei di Indonesia.
2. Penjelasan Teknis Resmi: Kompleksitas Modul Keamanan (Play Integrity vs HMS Core)
Penjelasan ini konsisten dengan dokumentasi resmi Huawei dan arsitektur sistem operasi Android modern. Aplikasi finansial dan perbankan adalah kategori aplikasi dengan standar keamanan siber tertinggi di industri mobile. Pada smartphone Android bersertifikasi Google, pengembang perbankan sangat bergantung pada library keamanan bawaan Google, khususnya Google Play Integrity API (sebelumnya SafetyNet Attestation). Modul ini bertugas memastikan bahwa perangkat tidak dalam kondisi root, bootloader terkunci aman, dan lingkungan eksekusi bebas dari injeksi malware.
Ketika memindahkan aplikasi ke ekosistem Huawei tanpa Google, pengembang tidak bisa sekadar menyalin file Android installer (APK) lalu publish di AppGallery. Mereka wajib membangun paket aplikasi terpisah (separate build) dengan mengintegrasikan software development kit (SDK) dari Huawei Mobile Services (HMS) Core seperti:
- Mengganti Google Play Integrity dengan Huawei Safety Detect API.
- Mengganti Firebase Cloud Messaging (FCM) dengan Huawei Push Kit agar notifikasi seperti transfer antarbank dan otentikasi transaksi tetap masuk ke ponsel.
- Mengganti Google Maps SDK dengan Map Kit / Petal Maps untuk fitur yang membutuhkan peta seperti pencarian lokasi ATM dan kantor cabang.
Integrasi menyeluruh ini membutuhkan alokasi sumber daya pemrogram (developer resources), pengujian regresi keamanan mandiri, dan siklus pemeliharaan berkala yang berjalan paralel dengan versi Google Play Store dan Apple App Store.
3. Analisis Industri dan Pertimbangan Pasar: Skala Prioritas Pengembang
Di luar dua faktor terverifikasi di atas, terdapat beberapa pertimbangan bisnis yang belum dapat dikonfirmasi resmi oleh masing-masing bank, namun menjadi analisis industri yang sangat rasional. Faktor tersebut yaitu:
- Pangsa Pasar Perangkat: Dalam alokasi sumber daya teknologi informasi perbankan, prioritas pengembangan aplikasi umumnya mengikuti estimasi jumlah basis nasabah aktif dan perangkat yang mereka pakai. Di Indonesia, populasi smartphone Huawei non-GMS diperkirakan berada jauh di bawah ekosistem Android konvensional dan iOS.
- Biaya Pemeliharaan vs Imbal Hasil: Bagi bank skala menengah, bank digital baru, maupun bank daerah (BPD) yang memiliki anggaran divisi IT terukur, mengalokasikan sumber daya resource untuk memelihara build aplikasi tersendiri di AppGallery dinilai belum tentu memberikan imbal hasil investasi (return on investment) yang sepadan. Akibatnya, sebagian perbankan memilih memusatkan sumber daya untuk memperkuat platform utama mereka di Google Play Store dan App Store.
Solusi Alternatif untuk Nasabah Bank yang Belum Tersedia
Nah, bagi teman Gizfin yang tetap memilih menggunakan smartphone Huawei sebagai perangkat harian (daily driver) namun rekening bank utamanya belum tersedia resmi di AppGallery, panduan mendalam mengenai pengaturan ekosistem perangkat ini dapat dibaca pada panduan lengkap HP Huawei tanpa Google di Indonesia. Untuk urusan operasional perbankan, penulis berikan dua jalur solusi konkret yang seharusnya aman digunakan dan juga ada satu peringatan tegas mengenai jalan pintas berisiko yang sebaiknya dihindari.
Jalur 1: Mobile Web Banking via Browser (Solusi Paling Aman)
Hampir seluruh bank umum di Indonesia menyediakan portal internet banking versi browser yang dioptimalkan untuk layar ponsel pintar (mobile-friendly web banking). Layanan seperti KlikBCA, Mandiri Internet Banking, Danamon Online Banking, atau BSI Net Banking dapat diakses secara langsung melalui aplikasi browser terpercaya di Huawei (seperti Huawei Browser atau Chrome).
Keunggulan metode ini adalah tingkat keamanan yang paling terjamin. Pengguna tidak perlu mengunduh file aplikasi dari pihak ketiga yang berisiko, seluruh komunikasi data dienkripsi dengan protokol SSL/TLS resmi bank, dan sistem bebas dari risiko manipulasi paket data lokal. Kekurangannya, pengalaman navigasi antarmuka web banking umumnya tidak secepat dan sepraktis aplikasi mobile native, serta tidak mendukung autentikasi biometrik sidik jari.
Jalur 2: Manfaatkan Perangkat Kedua Berbasis Android atau iOS
Opsi praktis kedua ini ditujukan khusus bagi teman Gizfin yang kebetulan masih memiliki smartphone sekunder (baik ponsel Android lama bersertifikasi Google maupun iPhone yang masih berfungsi normal). Perlu digarisbawahi secara jujur bahwa ini bukanlah anjuran untuk membeli perangkat baru demi sekadar menjalankan aplikasi bank, dan tentu bukan solusi tanpa hambatan bagi pengguna yang hanya mengandalkan satu perangkat tunggal.
Namun bagi yang memilikinya, pendekatan ini jauh lebih unggul dan aman dibandingkan mencoba virtualisasi seperti GBox. Ponsel sekunder beroperasi di lingkungan sistem operasi native yang sah (Android dengan Google Mobile Services resmi atau iOS resmi dari Apple), bukan kontainer virtual atau sandbox emulasi. Akibatnya, sistem proteksi siber dan deteksi anti-fraud perbankan tidak akan membaca anomali apa pun pada lingkungan tersebut.
Jalur ini menjadi jalan keluar paling masuk akal bagi nasabah yang membutuhkan fitur aplikasi native penuh secara berkala, seperti verifikasi biometrik wajah/sidik jari, pengelolaan kartu debit virtual, atau batas limit transaksi harian yang umumnya dipatok lebih tinggi dibandingkan portal web banking biasa.
Peringatan: Hindari Jalan Pintas di Luar Kanal Resmi
Ketika aplikasi bank utama tidak ditemukan di AppGallery dan web banking dirasa kurang praktis, godaan untuk mencari jalan pintas bisa saja muncul di kalangan pengguna Huawei. Dua metode yang paling sering dicoba adalah memasang file instalasi (APK) dari luar toko (seperti melaui APKMirror) atau menjalankan virtualisasi aplikasi (seperti GBox atau Gspace). Meskipun sama-sama merupakan upaya menerobos batasan ekosistem di luar kanal resmi, Gizfin menegaskan bahwa kedua jalan pintas ini memiliki jenis risiko yang sangat berbeda. Satu mengancam keselamatan data dan saldo finansial nasabah secara fatal, sementara yang lain berujung pada kegagalan fungsi aplikasi akibat penolakan sistem bank.
Pertama, terkait sideloading APK manual, Gizfin memberikan peringatan keras kepada teman Gizfin agar TIDAK PERNAH mengunduh dan memasang file instalasi (APK) aplikasi perbankan dari situs unduhan pihak ketiga yang tidak tersertifikasi, forum internet, atau grup pesan singkat. Mengunduh APK dari kanal tidak resmi sangat berisiko disusupi oleh trojan perbankan Android, spyware, dan skrip overlay attack yang dapat mencuri kredensial login, PIN, serta membaca kode OTP SMS secara diam-diam. Hal ini selaras dengan edukasi literasi keamanan siber dalam panduan keamanan digital dari OJK yang mewajibkan konsumen hanya mengunduh aplikasi transaksi keuangan dari kanal resmi bersertifikat. Peringatan serupa mengenai risiko repositori tidak resmi juga telah diulas secara rinci dalam analisis keamanan repositori Fibonas di AppGallery.
Kedua, terkait virtualisasi sandbox via GBox, sebagian teman Gizfin mungkin tergoda mencoba menjalankan aplikasi bank yang belum tersedia di AppGallery melalui lapisan virtual ini. Risiko di sini berbeda dengan sideloading. Ancaman utamanya bukan pada pencurian data oleh malware, melainkan kegagalan fungsi total. Berdasarkan hasil pengujian Gizfin soal GBox dan aplikasi perbankan, mayoritas aplikasi perbankan justru diblokir langsung oleh sistem GBox sendiri melalui mekanisme blacklist saat instalasi (termasuk BCA Mobile, myBCA, Livin’ by Mandiri, BRImo, dan OCTO Mobile). Selain itu, aplikasi perbankan lain yang berhasil terpasang pun umumnya mengalami crash akibat sistem deteksi anti-fraud bank. Gizfin sangat tidak menyarankan pendekatan ini untuk aplikasi finansial apa pun.
FAQ Aplikasi Perbankan di Huawei AppGallery
Penggunaan microG memungkinkan aplikasi yang membutuhkan dependensi Google dasar tetap dapat dibuka dan dinavigasi pada pengujian kami. Namun untuk transaksi finansial, kehati-hatian tetap diperlukan karena microG merupakan proyek open-source pihak ketiga dan bukan layanan resmi bersertifikasi Google maupun vendor perangkat.
Sangat tidak disarankan. Berdasarkan pengujian Gizfin, mayoritas aplikasi perbankan justru diblokir langsung oleh sistem blacklist GBox sendiri saat instalasi, dan yang berhasil terpasang pun umumnya mengalami crash akibat deteksi anti-fraud bank. Baca detail lengkap pengujiannya di hasil pengujian Gizfin soal GBox dan aplikasi perbankan.
Ya, ini justru salah satu solusi paling aman jika teman Gizfin kebetulan memiliki perangkat sekunder. Berbeda dengan virtualisasi seperti GBox, perangkat Android atau iOS asli beroperasi di lingkungan sistem resmi sehingga tidak akan terdeteksi sebagai anomali oleh sistem keamanan bank.
Bank konvensional besar seperti BCA dan BRI mampu mengalokasikan tim developer khusus untuk membangun aplikasi versi HMS Core resmi di AppGallery. Sementara itu, sejumlah bank digital independen seperti Jenius dan Bank Jago belum merilis build HMS terpisah. Gizfin belum dapat mengonfirmasi alasan pasti ketiadaan build tersebut karena pihak bank belum memberikan keterangan resmi. Di sisi lain, beberapa bank digital seperti SeaBank, neobank, dan blu telah menyediakan aplikasi resmi di AppGallery.
Secara umum masih aman selama aplikasi terhubung resmi ke server bank dan transaksi terenkripsi. Namun, aplikasi usang berisiko mengalami malfungsi mendadak apabila bank memperbarui protokol keamanan server atau memutus izin akses untuk build aplikasi versi terdahulu.
Nasabah BSI pengguna Huawei menghadapi keterbatasan karena listing BSI Mobile tidak lagi ditemukan di AppGallery, sementara BYOND by BSI belum pernah dirilis untuk ekosistem Huawei. Berdasarkan konfirmasi BSI, BSI Mobile sendiri masih bisa dipakai nasabah di perangkat lain selama masa transisi menuju BYOND, meski dengan sejumlah fitur transaksi dibatasi. Bagi pengguna Huawei, solusi paling aman adalah memanfaatkan layanan BSI Net Banking via browser web smartphone atau transaksi tunai via mesin ATM.
Pengujian Gizfin seluruhnya dijalankan dengan microG terpasang pada perangkat acuan. Tanpa microG, sebagian aplikasi yang membutuhkan layanan Google dasar kemungkinan akan kehilangan fitur tertentu seperti notifikasi push atau tampilan peta cabang. Pengujian komparatif pada lingkungan murni tanpa microG (pure HMS) dicatat sebagai agenda riset lanjutan Gizfin.
Kesimpulan dan Batasan Pengujian
Berdasarkan penelusuran terhadap 107 aplikasi mobile banking ritel dari 98 bank umum resmi di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa tingkat ketersediaan aplikasi perbankan di Huawei AppGallery masih sangat terbatas, yakni hanya berkisar 18% (19 aplikasi tersedia) berbanding 82% (88 aplikasi belum tersedia).
Temuan ini membawa pesan praktis yang sangat jelas bagi teman Gizfin:
- Verifikasi Aplikasi Wajib: Sebelum memutuskan membeli smartphone Huawei di Indonesia, pastikan bank utama harian Anda tercantum dalam daftar 19 aplikasi yang berhasil dibuka dan dinavigasi (dengan catatan bahwa pengujian kami dijalankan pada perangkat dengan microG terpasang, dan kondisi tanpa microG belum diuji).
- Waspadai Jebakan Aplikasi Generasi Baru: Jika bank utama harian sedang mewajibkan migrasi ke superapp baru (seperti wondr by BNI atau BYOND by BSI), pahami bahwa aplikasi baru tersebut belum tentu tersedia di AppGallery meski aplikasi lama bank bersangkutan masih ada di toko.
- Ketersediaan Bukan Jaminan Fungsi: Jangan hanya melihat status ketersediaan di toko aplikasi. Perhatikan anomali operasional seperti kasus update loop pada OK BANK Mobile yang mengunci aplikasi secara permanen.



